Mengenal Jimat Bambu Pethuk

Bambu Petuk merupakan bambu yang batang buku atau ruasnya saling berhadapan satu sama lain. Benda tersebut sampai saat ini masih dipercaya sebagai pusaka yang bisa bikin seseorang pemiliknya menjadi kaya raya.

Sudah sejak lama diyakini bahwa bambu petuk memiliki kekuatan magis yang luar biasa. Hal itu disebabkan karena pertemuan ruas pada Bambu Petuk yang dipercaya merupakan tempat bersemayamnya mahkluk halus.

Untuk memiliki bambu pethuk atau Pring Petuk dibutuhkan keberanian, wiridan serta kemampuan mata batin yang mumpuni. Pring Petuk terbilang langka sehingga tidak banyak orang memilikinya.

Banyak kalangan masyarakat yang memburu benda tersebut, karena diyakini memiliki khasiat dan seribu manfaat yang menguntungkan. Seperti mengundang rezeki, penglaris atau apa saja yang menguntungkan bagi pemiliknya.

Ternyata, bambu ini memiliki nilai filosofi yang tinggi. Nilai yang terkandung dalam bambu ini adalah mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang kuat. Hal ini selaras dengan kekuatan bambu petuk yang tidak akan roboh meskipun diterjang angin sekencang apa pun.

Nah, ternyata bambu petuk yang kerap dicari masyarakat memiliki beberapa jenis. Berikut adalah beberapa jenis bambu petuk.

  • Bambu Pethuk Senopati

Bambu ini memiliki bentuk batang bambu dengan ruas yang saling berhadapan dengan cabang yang sedikit melengkung ke dalam. Manfaat yang dihasilkan oleh bambu ini yaitu mampu menciptakan ilmu kekebalan atau keselamatan serta penangkal dari serangan gaib.

  • Bambu Pethuk Gunung

Sesuai dengan namanya, bentuk petuk ini memiliki cabang yang lurus dan membentuk segi tiga menyerupai gunung. Konon, bambu ini dipercaya akan memberikan pengasihan, pengikat, dan pelarisan dagang.

  • Bambu Pethuk Singkir

Pethuk singkir memiliki ciri cabang yang saling tolak menolak. Menurut kabar yang beredar, bambu ini dipercaya bisa menangkal santet, menolak bala, serta mengusir gangguan dari jin dan makhluk lainnya.

Itulah sedikit pembahasan mengenai bambu petuk yang kerap dijadikan jimat oleh masyarakat.